Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Bupati Lombok Timur

  • Senin, 01 Maret 2021 - 09:08:22 WIB
  • Budi Utami

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Bupati Lombok Timur merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Kunjungan  Direktur Jenderal KSDAE ke Lombok yang dimulai sejak tanggal 21 Februari 2021.

kerja sama pengembangan destinasi wisata Otak Kokok – Joben, dan revitalisasi fungsi hutan Pesugulan Taman Nasional Gunung Rinjani berlangsung di kawasan Wisata Camping Ground Otak Kokok Joben Desa Pesanggrahan pada hari Selasa, 23 Februari 2021.

BUPATI Lombok Timur, Drs. M. Sukiman Azmy, M.M dengan Dirjen KSDAE Kementerian LHK, Ir. Wiratno, M.Sc., menandatangani nota kesepahaman untuk pengelolaan Otak Kokok Joben, salah satu destinasi tertua di Lombok. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama RPP dan RKT antara Kepala Balai TNGR Dedi Asryadi, M.MP dan Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Dr. H. Mugni, M.Pd.

Acara ini dihadiri jajaran Dirjen KSDAE, Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Jalilah, pejabat provinsi dan kabupaten, Ketua DPRD Lotim, aktivis lingkungan baik lokal maupun nasional, tokoh masyarakat serta pihak terkait lainnya.

Menurut Bupati, lahirnya Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama itu merupakan solusi yang manis. Pasalnya pemerintah dan masyarakat mendapat manfaat dari kawasan hutan tanpa mengurangi sedikit pun hak-hak Balai TNGR. Pada kesempatan tersebut, Bupati Lotim HM Sukiman Azmi menyampaikan 3 (tiga) poin penting dari 5 (lima) poin kesepakatan. Pertama, akses seluas-luasnya untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat Sajang dan Sembalun yang terhenti akibat rusaknya pipa saluran air akibat gempa. Kedua, lahan yang belum atau tidak dimanfaatkan oleh Balai TNGR dapat diberdayakan oleh masyarakat untuk pertanian dan perladangan. Dan ketiga, kerja sama intens dengan pihak Balai TNGR untuk pendakian satu pintu melalui Sembalun.

Balai TNGR berencana melakukan revitalisasi hutan Pesugulan. Tujuannya mengembalikan fungsi hutan agar tidak terjadi berbagai bencana. Seperti meningkatnya potensi kebakaran hutan, longsor, banjir, dan berkurangnya debit air.

Sementara itu, kawasan ekowisata Otak Kokok akan direvitalisasi melalui PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang paket wisatanya masih dapat dikembangkan sekaligus juga pemeliharaan kawasan untuk dijaga hingga seratus tahun kedepan.

  • Senin, 01 Maret 2021 - 09:08:22 WIB
  • Budi Utami

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada artikel terkait