Gunung Rinjani dan Sembalun

  • Senin, 29 Januari 2018 - 10:26:16 WIB
  • Sukardi
Gunung Rinjani dan Sembalun

Menurut sejarah, kata Lombok sudah tertulis dalam Kitab Negarakertagama yang dalam Bahasa Kawi berarti lurus atau jujur. Kitab Negarakertagama sendiri merupakan kitab yang ditulis pada tahun 1365 oleh Mpu Prapanca mengenai masa kejayaan Kerajaan Majapahit pada pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Secara literal Negara Kertagama berarti negara dengan tradisi yang suci, menunjukan kebanggaan masyarakat lalu di bawah Kerajaan Majapahit terhadap pemerintahan saat itu. Jika ditelusuri asal-muasal orang Lombok, mereka diyakini berasal dari Jawa, buktinya antara lain adalah aksara Suku Sasak yang mereka sebut dengan nama Jejawan, yakni aksara Jawa yang diserap dan dilengkapi oleh kesusastraan Sasak. Selain itu, berdasarkan penelitian sejarah, Kitab Negarakertagama adalah salah satu rampasan di istana Cakranagara di Lombok pada zaman penjajahan Belanda saat het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) membakar istana tersebut. Di timur pulau Lombok, terdapat Gunung Rinjani yang merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Rinjani nggak sendiri, di area itu terdapat gugusan gunung lainnya yakni Anak Dara, Pergasingan, Selong, dan Telaga. Gugusan gunung-gunung ini mengelilingi sebuah lembah yang subur, yang di dalamnya terdapat kehidupan masyarakat Sasak, yang diawali dari tujuh keluarga. Gunung Rinjani, Danau Segara Anak, dan Gunung Barujadi (sumber: milik penulis) Lembah ini bernama Sembalun berasal dari kata sembah ulun, yang berarti menyembah yang lebih tinggi, dan di tempat inilah, Baraka Nusantara merangkai dan menanam mimpi bersama masyarakat lokal untuk maju bersama. Bertumpu pada filosofi hidup masyarakat setempat, yakni hidup bagai Lombok buaq, berprilaku sasak sankabira, yang berarti hidup lurus (jujur) bagai pohon pinang, berperilaku bersatu saling tolong menolong.

  • Senin, 29 Januari 2018 - 10:26:16 WIB
  • Sukardi

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada artikel terkait